Pada setiap routing protokol memiliki nilai metric, misalnya rip berdasarkan pemilihan jalur atau hop count, ospf berdasarkan cost, dan eigrp berdasarkan bandwidth dan delay.

Sedangkan BGP memiliki nilai metric yang beragam, sering disebut dengan BGP attribute. Kali ini kita akan mempelajari BGP dengan attribute origin.

Buat topologi seperti gambar di bawah ini.

topologi

Petunjuk Lab

1. Konfigurasi alamat IP pada masing – masing router, bisa disesuaikan dengan postingan sebelumnya.

2. Konfigurasi iBGP peers dengan IP Physical antara R2 dan R3.

3. Konfigurasi eBGP peers dengan IP Physical antara R1 dan R2.

4. Advertise masing – masing IP loopback ke BGP.

5. Pada R2 buat static route ke salah satu IP loopback R3, selanjutnya lakukan redistribute static ke BGP.

6. Pada R3 buat beberapa IP loopback yang kemudian diadvertise ke RIP dan selanjutnya diredistribute ke BGP.

Untuk lebih jelasnya, bisa mengikuti konfigurasi router di bawah ini.

R1

interface Loopback0
ip address 1.1.1.1 255.255.255.255
!
interface FastEthernet0/0
ip address 12.12.12.1 255.255.255.0
duplex auto
speed auto
!
interface FastEthernet0/1
no ip address
shutdown
duplex auto
speed auto
!
router bgp 123
no synchronization
bgp log-neighbor-changes
network 1.1.1.1 mask 255.255.255.255
neighbor 12.12.12.2 remote-as 321
no auto-summary

R2

interface Loopback0
ip address 2.2.2.2 255.255.255.255
!
interface FastEthernet0/0
ip address 12.12.12.2 255.255.255.0
duplex auto
speed auto
!
interface Serial0/0
ip address 23.23.23.2 255.255.255.0
clock rate 2000000
!
interface FastEthernet0/1
no ip address
shutdown
duplex auto
speed auto
!
interface Serial0/1
no ip address
shutdown
clock rate 2000000
!
router bgp 321
no synchronization
bgp log-neighbor-changes
network 2.2.2.2 mask 255.255.255.255
network 12.12.12.0 mask 255.255.255.0
network 23.23.23.0 mask 255.255.255.0
redistribute static
neighbor 12.12.12.1 remote-as 123
neighbor 23.23.23.3 remote-as 321
no auto-summary
!
ip route 30.30.30.30 255.255.255.255 23.23.23.3

R3

interface Loopback0
ip address 3.3.3.3 255.255.255.255
!
interface Loopback1
ip address 33.33.33.33 255.255.255.255
!
interface Loopback2
ip address 30.30.30.30 255.255.255.255
!
interface FastEthernet0/0
no ip address
shutdown
duplex auto
speed auto
!
interface Serial0/0
ip address 23.23.23.3 255.255.255.0
clock rate 2000000
!
interface FastEthernet0/1
no ip address
shutdown
duplex auto
speed auto
!
interface Serial0/1
no ip address
shutdown
clock rate 2000000
!
router rip
network 33.0.0.0
!
router bgp 321
no synchronization
bgp log-neighbor-changes
network 3.3.3.3 mask 255.255.255.255
network 23.23.23.0 mask 255.255.255.0
network 30.30.30.30 mask 255.255.255.255
redistribute rip
neighbor 23.23.23.2 remote-as 321
no auto-summary

Verifikasi

ping

sh ip bgp

i = route yg berasal dari BGP (eBGP/iBGP) yang diadvertise melalui perintah network x.x.x.x mask y.y.y.y
e = route yang berasal dari protocol EGP (Saat ini sudah tidak ada protocol tersebut)
? = route yang berasal dari protocol lain (Static/RIP/OSPF/EIGRP) yang diredistribute kedalam BGP

Router R1 untuk menuju network 2.2.2.2 dan 3.3.3.3 adalah via “200 i” yang artinya Next AS Path nya adalah AS 200 dan nilai origin dari routernya adalah i

Router R1 untuk menuju network 50.50.50.50 dan 60.60.60.60 adalah via “200 ?” yang artinya Next AS Path nya adalah AS 200 dan nilai origin dari routernya adalah ?

bgp attribute

Gambar diatas menunjukkan semua atribut yang digunakan oleh BGP

Secara umum atribut BGP terbagi menjadi dua, yakni :
1. Well Known

  • Semua pabrikan perangkat merk apapun yang menjalankan BGP pasti mengenali dan memiliki atribut tipe ini
  • Well known atribut terbagi menjadi dua, yakni :

a. Mandatory

  • Attribut ini pasti ada setiap kali router menjalankan BGP
  • Terbagi menjadi 3 yakni
  1. AS-Path : menampilkan informasi jalur AS suatu route
  2. Next-hop : menampilkan ip via untuk menuju ke suatu route
  3. Origin : menampilkan informasi dari mana route berasal, apakah dari BGp atau IGP yang diredistribute ke BGP

1b. Discreationary

  • Atribut ini baru ada apabila dikonfigurasikan, bila tidak dikonfigurasikan, maka atribut ini tidak dibawa serta oleh BGP
  • Terbagi menjadi 2 yakni
  1. Local Preference: digunakan untuk menentukan jalur upstream
  2. Automic Aggregate : merupakan suatu route hasil summarization

2. Optional

  • Attribut ini hanya dimiliki oleh beberapa pabrikan tertentu saja, tidak semua perangkat yang menjalankan BGP mengenali dan memiliki fitur ini
  • Optional atribut terbagi menjadi dua, yakni

2a. Transitive

  • Attribut ini apabila tidak dikenali oleh perangkat tertentu, maka atribut ini akan tetap diteruskan ke yang lainnya.
  • Terbagi menjadi dua, yakni :
  1. Aggregator : merupakan router yang melakukan summarization
  2. Community, terbagi menjadi 4 :
  • No-export : attribut ini akan menjadikan suatu route diadvertise hanya ke internal bgp saja
  • No-advertise : atribut ini akan menjadikan suatu route tidak diadvertise kemana-mana, baik internal maupun external
  • Internet : atribut ini akan menjadikan route nya diadvertise kemana saja
  • Local-as : atribut ini hanya ada pada bgp confederation, dimana route nya hanya akan diadvertise kedalam sub-as yang sama saja, tidak diadvertise ke sub AS yang lain.

2b. Non Transitive

  • Atribut ini apabila tidak dikenali oleh perangkat tertentu, maka akan didrop atributnya oleh perangkat tersebut
  • Terbagi menjadi tiga yakni
  1. MED : digunakan untuk menentukan trafik kembali/downstream
  2. Originator : menunjukkan router yang menjadi route reflector
  3. Cluster ID, menunjukkan nilai cluster id yang digunakan pada redundant route reflector