Lanjut ke lab berikutnya yaitu BGP Multihoming, kita akan mempelejari BGP redudancy, BGP Load Balancing, Mempelajari Attribute Weight, Local Preference, MED, AS-Path.

BGP Multihoming ada 2 tipe.

1. BGP dengan 2 link ke ISP sama (AS number ISPnya sama)

a. Mode Main – Backup.

b. Mode Load Sharing / Load Balancing.

2. BGP dengan 2 link ke ISP yang berbeda (AS number ISP beda)

a. Mode Main – Backup.

b. Mode Load Sharing / Load Balancing.

Topologinya sebagai berikut.

topologi

Petunjuk Lab

1. Setting IP pada tiap router, bisa menyesuaikan dengan artikel – artikel sebelumnya.

2. Misal R1 adalah router kantor pusat.

3. R2 dan R3 adalah Service Provider.

4. R4 adalah router di kantor cabang, yang akan kita gunakan sebagai tujuan.

5. Seperti pada topologi di atas, kantor pusat memiliki 2 link upstream, misal R2 di australia dan R3 di Jepang.

6. R1 eBGP peers ke R2 dan R3.

7. R2 dan R3 iBGP peers, serta eBGP peers ke R4.

8. Konfigurasikan Weight, MED, dan AS-Path.

Konfigurasi routernya adalah sebagai berikut.

R1

interface Loopback0
ip address 1.1.1.1 255.255.255.255
!
interface FastEthernet0/0
ip address 12.12.12.1 255.255.255.0
duplex auto
speed auto
!
interface FastEthernet0/1
ip address 13.13.13.1 255.255.255.0
duplex auto
speed auto
!
router bgp 10
no synchronization
bgp log-neighbor-changes
network 1.1.1.1 mask 255.255.255.255
network 12.12.12.0 mask 255.255.255.0
network 13.13.13.0 mask 255.255.255.0
neighbor 12.12.12.2 remote-as 230
neighbor 13.13.13.3 remote-as 230
no auto-summary

R2

interface Loopback0
ip address 2.2.2.2 255.255.255.255
!
interface FastEthernet0/0
ip address 12.12.12.2 255.255.255.0
duplex auto
speed auto
!
interface Serial0/0
ip address 23.23.23.2 255.255.255.0
clock rate 2000000
!
interface FastEthernet0/1
ip address 24.24.24.2 255.255.255.0
duplex auto
speed auto
!
interface Serial0/1
no ip address
shutdown
clock rate 2000000
!
router bgp 230
no synchronization
bgp log-neighbor-changes
network 2.2.2.2 mask 255.255.255.255
network 12.12.12.0 mask 255.255.255.0
network 23.23.23.0 mask 255.255.255.0
network 24.24.24.0 mask 255.255.255.0
neighbor 12.12.12.1 remote-as 10
neighbor 23.23.23.3 remote-as 230
neighbor 24.24.24.4 remote-as 40
no auto-summary

R3

interface Loopback0
ip address 3.3.3.3 255.255.255.255
!
interface FastEthernet0/0
ip address 13.13.13.3 255.255.255.0
duplex auto
speed auto
!
interface Serial0/0
ip address 23.23.23.3 255.255.255.0
clock rate 2000000
!
interface FastEthernet0/1
ip address 34.34.34.3 255.255.255.0
duplex auto
speed auto
!
interface Serial0/1
no ip address
shutdown
clock rate 2000000
!
router bgp 230
no synchronization
bgp log-neighbor-changes
network 2.2.2.2 mask 255.255.255.255
network 13.13.13.0 mask 255.255.255.0
network 23.23.23.0 mask 255.255.255.0
network 34.34.34.0 mask 255.255.255.0
neighbor 13.13.13.1 remote-as 10
neighbor 23.23.23.2 remote-as 230
neighbor 34.34.34.4 remote-as 40
no auto-summary

R4

interface Loopback0
ip address 4.4.4.4 255.255.255.255
!
interface FastEthernet0/0
ip address 34.34.34.4 255.255.255.0
duplex auto
speed auto
!
interface FastEthernet0/1
ip address 24.24.24.4 255.255.255.0
duplex auto
speed auto
!
router bgp 40
no synchronization
bgp log-neighbor-changes
network 4.4.4.4 mask 255.255.255.255
network 24.24.24.0 mask 255.255.255.0
network 34.34.34.0 mask 255.255.255.0
neighbor 24.24.24.2 remote-as 230
neighbor 34.34.34.3 remote-as 230
no auto-summary

Verifikasi

1

2

Dari 2 verifikasi di atas dapat disimpulkan walaupun sudah disambungkan dengan 2 link, namun tetap hanya 1 link saja yang digunakan. BGP defaultnya hanya menggunakan 1 link saja.

Sekarang lakukan shutdown R1 Fa0/0 (12.12.12.1/24) sehingga paket tidak lagi melalui R2. Hal tersebut untuk memastikan bahwa kedua linknya berfungsi dengan baik, sehingga ketika main link down dapat dilakukan fungsi  backup pada link yang ke R3. Atau yang sering kita sebut dengan failover.

3

4

Sipp, failover berhasil dilakukan dan linknya berpindah lewat R3.

Lalu kita tes kembali dengan menghidupkan kembali main linknya, yaitu Fa0/0 pada R1. Harapannya jika main link UP link akan kembali ke kondisi semula.

R1(config-if)#int fa0/0

R1(config-if)#no sh

Lakukan verifikasi

5

Wah ternyata belum sesuai harapan, linknya masih menggunakan link back-up. Padahal main linknya sudah UP.

Untuk memastikan agar link ke R2 menjadi main link, kita konfigurasikan attribute weight. Karena pada BGP default tidak bisa melakukannya.

6

Sealin weight, kita juga bisa menggunakan Local Preference. Perbedaannya kalau pada weight pengaruhnya hanya pada router yang dikonfigurasikan weight, sedangkan kalau menggunakan local preference pengaruhnya ke semua router dalam internal BGP.
Berikut pemilihan route BGP berdasarkan atribut nya, mulai dari atas dulu, kalau nilai atributnya sama, kemudian menurun ke atribut bawahnya.
  • Weight, yang lebih tinggi yang dipilih (Cisco Proprietary)
  • Local Preference, yang lebih tinggi yang dipilih
  • Locally Originated, route berasal dari internal BGP
  • AS-Path, jalur AS terpendek yang dipilih
  • Origin (IGP, EGP, ?) route yang berasal dari eBGP dan iBGP lebih dipilih daripada route yang berasal dari EGP ataupun IGP yang diredistribute ke BGP
  • MED, nilai metric yang paling rendah yang dipilih
 
Cek kembali setelah dikonfigurasikan weight.
7
Selain mengatur trafik keluar, kita juga bisa mengatur trafik yang datang ke AS kita.
Konfigurasikan di R1, agar trafik menuju ke network internal kita datangnya melalui R3 yang diset nilai metric lebih rendah (100) dibanding R2 (110)

R1

interface Loopback0
ip address 1.1.1.1 255.255.255.255
!
interface FastEthernet0/0
ip address 12.12.12.1 255.255.255.0
duplex auto
speed auto
!
interface FastEthernet0/1
ip address 13.13.13.1 255.255.255.0
duplex auto
speed auto
!
router bgp 10
no synchronization
bgp log-neighbor-changes
network 1.1.1.1 mask 255.255.255.255
network 12.12.12.0 mask 255.255.255.0
network 13.13.13.0 mask 255.255.255.0
neighbor 12.12.12.2 remote-as 230
neighbor 12.12.12.2 route-map WEIGHT in
neighbor 12.12.12.2 route-map AS-PREPEND out
neighbor 13.13.13.3 remote-as 230
no auto-summary
!
ip access-list standard LAN
permit 1.1.1.1
!
route-map WEIGHT permit 10
set weight 100
!
route-map R2MED permit 10
match ip address LAN
set metric 110
!
route-map R3MED permit 10
match ip address LAN
set metric 100

verifikasi di R3 ke network internal R1 (1.1.1.1)
8
9
11
Seperti yang terlihat di atas dari R2 (AS 230) apabila ingin ke R1 (AS 10) akan melalui R3 dulu.
Selain menggunakan attribute MED, kita juga bisa menggunakan attribute AS-Path.
as-path
Lakukan verifikasi,
12
13