Pemilihan jalur pada IS-IS didasarkan pada metric, jadi metric yang paling kecil akan dipilih sebagai jalur utama. Default metric pada IS-IS yaitu 10, apabila setiap melewati routing metric tersebut akan bertambah nilainya sesuai metric yang diset pada router tersebut.

Buat topologi seperti di bawah ini.

topologi

 

Petunjuk LAB

1. Set interface dan routingnya sesuai degan gambar di atas untuk lebih mudahnya. Silahkan liat cara config IP dan routingnya pada postingan saya sebelumnya disini.

2. Lakukan traceroute untuk melihat jalur yang dipilih untuk mengirimkan data.

before set metric r3-r1

before set metric

 

Pada gambar di atas terlihat trafik menggunakan2 jalur atau load sharing, kondisi yang kita inginkan adalah trafik dan R1 ke R3 atau sebaliknya melalui R4 saja. Dengan kata lain R4 merupakan link utama sedangkan R2 link backup.

 

3. Set metric pada router.

Set metric pada jalur backup, set metric lebih besar agar trafik memilih metric yang lebih kecil untuk dijadikan jalur utama.

R1(config)#int fa0/0
R1(config-if)#isis metric 20 level-2
R1(config-if)#

R2(config)#int fa0/1
R2(config-if)#isis metric 20 level-2
R2(config-if)#

R3(config)#int fa0/0
R3(config-if)#isis metric 20 level-2

Lakukan traceroute kembali, terlihat sudah sesuai harapan. Trafik dari R1 ke R3 hanya melalui R4 saja.

after set metric r3-r1 after set metric

 

Hal ini disebabkan jalur bawah memiliki metric yang lebih kecil daripada jalur atas.

 

4. Lihat nilai metricnya dari router yang sudah kita set tadi.

sh clns int r1

sh clns int r2

sh clns int r3

 

Cek routing tabel juga bisa digunakan untuk melihat nilai metricnya.

sh ip route r3