Pada IS-IS yang mengfungsikan kedua IPv4 dan IPv6 dapat diset mode multi topologi, artinya pada multi topologi database dan perhitungan SPF dan databasenya antara IPv4 dan IPv6 berjalan terpisah Hal ini berguna untuk melakukan pemilihan jalur yang kita inginkan, dan juga apabila akan dilakukan migrasi dari IPv4 ke IPv6.

Tapi kelemahannya resource yg digunakan router tentunya semakin besar, karena menjalankan 2 topologi secara bersamaan. Untuk lebih memahaminya langsung saja kita coba lab kan.

Buat topologi seperti di bawah ini.

topologi

Petunjuk LAB

1. Set IPv4 dan routing IS-IS pada R1, R2 dan R3. Caranya bisa lihat disini.

2. Set IPv6 dan routing IS-IS pada R1, R2 dan R3. Caranya bisa lihat disini.

3. Set IPv4, IPv6 dan routing IS-IS sebagai berikut.

R1#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
R1(config)#int s1/0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ip add 14.14.14.1 255.255.255.0
R1(config-if)#ipv6 add 14::1/120
R1(config-if)#ip router isis
R1(config-if)#ipv6 router isis

R3#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
R3(config)#int s1/0
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#ip add 43.43.43.3 255.255.255.0
R3(config-if)#ipv6 add 43::3/120
R3(config-if)#ip router isis
R3(config-if)#ipv6 router isis

R4#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
R4(config)#int lo0
R4(config-if)#ip add 4.4.4.4 255.255.255.255
R4(config-if)#ipv6 add 4::4/128
R4(config-if)#ip router isis
R4(config-if)#ipv6 router isis
R4(config-if)#ex
R4(config)#ipv6 unicast-routing
R4(config)#router isis
R4(config-router)#is-type level-2-only
R4(config-router)#net 49.0001.0040.0400.4004.00
R4(config-router)#int s1/0
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip add 14.14.14.4 255.255.255.0
R4(config-if)#ipv6 add 14::4/120
R4(config-if)#ip router isis
R4(config-if)#ipv6 router isis
R4(config-if)#int s1/1
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip add 43.43.43.4 255.255.255.0
R4(config-if)#ipv6 add 43::4/120
R4(config-if)#ip router isis
R4(config-if)#ipv6 router isis

4. Set mode multi topologi pada SEMUA ROTUER dengan konfigurasi sebagai berikut.

R1-R4(config)#router isis
R1-R4(config-router)#metric-style wide  (menghasilkan dan menerima TLV untuk alamat IP)
R1-R4(config-router)#address-family ipv6  (memasukka address family IPv6 ke routing IS-IS)
R1-R4(config-router)#multi-topology   (mengaktifkan mode multi topologi)

5. Lakukan traceroute untuk melihat jalur semula atau defaultnya.

before set metric ipv4 before set metric ipv6

Terlihat defaultnya menggunakan 2 jalur atau load sharing.

6. Set route metric IPv4, agar jalur IPv4 dari R1 ke R3 melewati jalur bawah.

R2(config)#interface Fa0/1
R2(config-if)#isis metric 22  (mengeset nilai metric IPv4 pada interface)

R3(config)#interface Fa0/0
R3(config-if)#isis metric 22

Lakukan tracerouter untuk verifikasi

metric hny ipv4 saja

Karena yg kita set hanya metric untuk IPv4 saja maka IPv6 tidak terpengaruh, hal ini membuktikan bahwa database IPv4 dan IPv6 berjalan terpisah.

7. Lakukan set metric pada IPv6, agar IPv6 juga melakukan pindah jalur ke jalur bawah saja.

R2(config)#interface Fa0/1
R2(config-if)#isis ipv6 metric 22  (mengeset nilai metric IPv6 pada interface)

R3(config)#interface Fa0/0
R3(config-if)#isis ipv6 metric 22

Lakukan traceroute untuk verifikasi

after set metric

tracer r4 to r2

Terlihat semua jalur IPv4 dan IPv6 sudah berpindah lewat jalur bawah. Begitu juga R4 ke R2 sudah memilih dengan metric terkecil yaitu lewat R1 dulu.

8. Verifikasi

Lihat database IS-ISnya untuk melihat nilai metric dan mode multi topologi yang digunakan.

isis database r2