Keunggulan IS-IS dibandingkan dengan OSPF adalah pada IS-IS dapat menjalankan IPv4 dan IPv6 dalam interface yg sama secara bersamaan. Langsung saja kita lab kan untuk membuktikannya, buat topologi seperti di bawah ini.

topologi

Petunjuk Lab.

1. Set IPv 4 dan routing ISIS seperti topologi di atas, caranya sudah pernah pada postingan saya sebelumnya. Cek disini.

2. Tambahkan konfigurasi IPv6.

R1#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
R1(config)#int lo0
R1(config-if)#ipv6 add 1::1/128   (menambahkan IPv6 pada interface)
R1(config-if)#int fa0/0
R1(config-if)#ipv6 add 12::1/120
R1(config-if)#ipv6 router isis   (menambahkan routing ISIS untuk IPv6)
R1(config-if)#int lo0
R1(config-if)#ipv6 router isis
R1(config-if)#ex
R1(config)#ipv6 unicast-routing    (mengaktifkan fitur IPv6 pada router)

R2#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
R2(config)#int lo0
R2(config-if)#ipv6 add 2::2/128
R2(config-if)#ipv6 router isis
R2(config-if)#int fa0/0
R2(config-if)#ipv6 add 12::2/120
R2(config-if)#ipv6 router isis
R2(config-if)#int fa0/1
R2(config-if)#ipv6 add 23::2/120
R2(config-if)#ipv6 router isis
R2(config-if)#ex
R2(config)#ipv6 unicast-routing

R3(config)#int lo0
R3(config-if)#ipv6 add 3::3/128
R3(config-if)#ipv6 router isis
R3(config-if)#int fa0/0
R3(config-if)#ipv6 add 23::3/120
R3(config-if)#ipv6 router isis
R3(config-if)#ex
R3(config)#ipv6 unicast-routing

 

3. Verifikasi

Lakukan ke semua IP loopback router, baik IPv4 maupun IPv6. Pastikan reply.

ping r1

Cek routing tabelnya, baik IPv4 maupun IPv6. Pastikan semua IP routernya sudah masuk.

sh ip route r3

Lakukan traceroute untuk melihat jalur yg dilalui

tracer r1

Terlihat IPv4 dan IPv6 keduanya bisa berjalan secara bersamaan.

tracer r3

Lihat database routing ISISnya untuk lebih memastikan IPv4 dan IPv6 telah berjalan secara bersamaan.

sh database r2